Analisis Tren Rata-Rata Konsumsi Karbohidrat dan Protein per Periode Pada Provinsi Riau dan Bali Pada Tahun (2023–2024) Menggunakan Algoritma Linear Regression Didukung dengan ML

Penulis

  • Erma Sova Universitas Gunadarma
  • Bayu Pramudya Putra Universitas Gunadarma
  • Moch Daffa Rofiansyah Universitas Gunadarma
  • Muhammad Fadhlan Novaintoro Universitas Gunadarma
  • Muhammad Fakhri Ikram Universitas Gunadarma
  • Sandy Ramadhan Universitas Gunadarma

Kata Kunci:

Karbohidrat, Protein, Per Kapita, Provinsi riau, bali , Linear Regression, ML

Abstrak

Konsumsi karbohidrat dan protein merupakan indikator penting dalam menilai ketahanan pangan dan status gizi masyarakat. Penelitian ini menganalisis tren rata-rata konsumsi karbohidrat dan protein per kapita per hari di Provinsi Riau dan Bali periode 2023-2024 menggunakan algoritma Linear Regression berbasis machine learning. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan 6 periode pengukuran per provinsi. Evaluasi model menggunakan metrik R-squared, MAE, dan RMSE. Hasil menunjukkan Bali memiliki rata-rata konsumsi karbohidrat (295,3 gram/kapita/hari) dan protein (65,4 gram/kapita/hari) lebih tinggi dibanding Riau dengan karbohidrat (280,5 gram/kapita/hari) dan protein (58,2 gram/kapita/hari). Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), kedua provinsi berkategori "SEDANG" untuk karbohidrat, namun Bali berkategori "TINGGI" untuk protein (114,7%) sedangkan Riau "SEDANG" (102,1%). Analisis tren menunjukkan penurunan konsumsi protein di Bali (2,19%) dan Riau (1,35%) dari 2023 ke 2024. Disparitas konsumsi protein lebih signifikan dibanding karbohidrat, mengindikasikan ketimpangan akses sumber protein berkualitas antar wilayah. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan berbasis wilayah untuk meningkatkan ketahanan pangan, dengan Riau perlu fokus pada stabilisasi pasokan protein dan Bali pada pemerataan konsumsi gizi. Integrasi Linear Regression dengan machine learning terbukti efektif untuk pemantauan tren konsumsi gizi sebagai dasar sistem early warning ketahanan pangan tingkat provinsi.

Kata Kunci : Karbohidrat, Protein, Per Kapita, Provinsi riau, bali , Linear Regression, ML

ABSTRACT

Carbohydrate and protein consumption are important indicators in assessing food security and nutritional status of the population. This study analyzes the trend of average carbohydrate and protein consumption per capita per day in Riau and Bali Provinces during 2023-2024 using machine learning-based Linear Regression algorithm. Secondary data were obtained from Statistics Indonesia (BPS) through the National Socio-Economic Survey (Susenas) with 6 measurement periods per province. Model evaluation used R-squared, MAE, and RMSE metrics. Results show that Bali has higher average carbohydrate consumption (295.3 grams/capita/day) and protein (65.4 grams/capita/day) compared to Riau with carbohydrate (280.5 grams/capita/day) and protein (58.2 grams/capita/day). Based on Recommended Dietary Allowance (RDA), both provinces are categorized as "MODERATE" for carbohydrates, but Bali is categorized as "HIGH" for protein (114.7%) while Riau remains "MODERATE" (102.1%). Trend analysis shows a decline in protein consumption in Bali (2.19%) and Riau (1.35%) from 2023 to 2024. Protein consumption disparity is more significant than carbohydrates, indicating inequality in access to quality protein sources across regions. This study emphasizes the importance of region-based policies to improve food security, with Riau needing focus on protein supply stabilization and Bali on equitable nutritional consumption distribution. The integration of Linear Regression with machine learning proves effective for monitoring nutritional consumption trends as a basis for provincial-level food security early warning systems.

Keyword : Carbohydrate, Protein, Per Capita, Province riau, bali , Linear Regression, ML

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Amri, N. (2022). Perilaku konsumsi pangan sumber kalori dan protein di Provinsi Riau. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 7(1), 52-64.

Yuriza, M. F., Khoiriyah, N., & Sudjoni, M. N. (2025). Analisis Pola Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Daging Ayam Ras Sebagai Sumber Pangan Protein Di Provinsi Bengkulu. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 13(01).

Pujianto, T., Anggraeni, E., & Badiyah, F. T. (2022). Prevalen Rasio Tingkat Konsumsi Energi Dan Protein Pada Status Gizi Balita. Babul Ilmi J Ilm Multi Sci Kesehat, 14(1), 156-64.

Nafi'Izzuddin, M., Khoiriyah, N., & Maula, L. R. (2025). Konsumsi Pangan Protein Rumah Tangga pada Pendapatan Kuintil Terendah di Indonesia Protein Consumption in the Lowest Income Quintile Households in Indonesian. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 13(02).

Adha, M., Utami, E., & Hanafi, H. (2022). Prediksi Produksi Jagung Menggunakan Algoritma Apriori Dan Regresi Linear Berganda (Studi Kasus: Dinas Pertanian Kabupaten Dompu). JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), 7(3), 803-820.

Intan, S. E. N., Palupi, N. S., & Prangdimurti, E. (2021). Tingkat asupan makronutrien dan gaya hidup terhadap risiko terjadinya obesitas di lima Provinsi di Indonesia. Jurnal Mutu Pangan: Indonesian Journal of Food Quality, 8(2), 88-96.

Diterbitkan

2026-02-05

Cara Mengutip

Erma Sova, Putra, B. P., Moch Daffa Rofiansyah, Muhammad Fadhlan Novaintoro, Muhammad Fakhri Ikram, & Sandy Ramadhan. (2026). Analisis Tren Rata-Rata Konsumsi Karbohidrat dan Protein per Periode Pada Provinsi Riau dan Bali Pada Tahun (2023–2024) Menggunakan Algoritma Linear Regression Didukung dengan ML. JIMU:Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 4(01). Diambil dari https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/2047