Kajian Keandalan Struktur Gedung Berdasarkan Hasil Pengujian Statik (Studi Kasus Gedung di Tangerang)

Penulis

  • Dian Puspita Sari Universitas Mercu Buana
  • Pariatmono Sukamdo Universitas Mercu Buana

Kata Kunci:

Keandalan Struktur, Pengujian Statik, Gedung di Tangerang

Abstrak

Penelitian ini mengkaji keandalan struktur sebuah gedung 3 (tiga) lantai di Tangerang berdasarkan hasil pengujian statik dan data karakteristik bahan, dengan fokus pada elemen beton bertulang berupa balok, kolom, dan pelat. Data mutu beton diperoleh dari kombinasi pengujian non destruktif (Ultrasonic Pulse Velocity dan Hammer test) dan pengujian destruktif (Concrete Core Drill), yang kemudian dikalibrasi melalui persamaan regresi linier sehingga seluruh hasil NDT dapat dikonversi menjadi nilai kuat tekan ekuivalen. Nilai kuat tekan beton hasil core drill dianalisis distribusi probabilitasnya dan menunjukkan bahwa distribusi normal memberikan kesesuaian terbaik antara parameter teoritis dan data sampel (rata‑rata 27,12 MPa dan koefisien variasi 16,12). Berdasarkan data karakteristik bahan tersebut, dilakukan pemodelan struktur gedung menggunakan ETABS v22.0.0 dengan beberapa skema: model desain perencanaan, model dengan 27 titik core drill, dan model saat ini yang merefleksikan mutu beton aktual dengan satu nilai fc' untuk elemen yang tidak diuji. Analisis statik dilakukan dengan kombinasi beban mengacu pada SNI 1727:2020 untuk memperoleh respon berupa tegangan normal, tegangan geser, dan lendutan pada elemen-elemen struktur. Respon lendutan maksimum pada model saat ini kemudian diperlakukan sebagai variabel acak, dianalisis dengan distribusi kontinu, dan digunakan untuk menghitung probabilitas kegagalan serta indeks keandalan dengan pendekatan probabilistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi kontinu lendutan menghasilkan nilai CDF sebesar 99,98% yang ekuivalen dengan indeks keandalan sekitar 4,0 dan tingkat unjuk kerja “baik” menurut tabel hubungan indeks keandalan–probabilitas kegagalan–tingkat unjuk kerja. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan analisis keandalan pada tingkat sistem (interaksi kolom–balok–pelat), memasukkan skenario kegagalan bertahap dan redundansi struktur, melakukan pengujian statik tambahan maupun pengukuran in‑situ, serta menyusun model analitik empiris yang lebih komprehensif untuk menilai keandalan struktur gedung eksisting.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Apriani, W., 2016. Aplikasi Non Destructive Test Pada Investigasi Keandalan Struktur Beton (Studi Kasus: Kolom Basement – K4 Pada Bangunan Stadion Utama Riau). Pekanbaru.

Azwardi, A., & Sukanto, S. (2012). Efektifitas Alokasi Dana Desa (ADD) dan Kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.29259/jep.v12i1.4865

Cheng, J., Cai, C. S., & Xiao, R. C. (2007). Probabilistic response analysis of cracked prestressed concrete beams. Advances in Structural Engineering, 10(1), 1–10.

Faoji, A., & Sambowo, K. A. (2023). Perbandingan tumpuan jepit dan sendi pada struktur power house ditinjau dari segi efisiensi material dan (Studi kasus proyek PLTMG Seram Peaker). Jurnal Infrastruktur, 10(2), 45–58. http://jurnal.univpancasila.ac.id/article/12345

Graha Survei Indonesia. (2021). Loading test adalah pengujian beban pada suatu objek konstruksi. Diakses 31 Juli 2025, dari https://grahasurvei.com/en_US/loading-test-adalah-pengujian-beban-pada-suatu-objek-konstruksi/

Hatmoko, J., & Lisantono, A. (2021). Analisis Keandalan Struktur. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134. Jakarta: Sekretariat Negara.

Karundeng, V. S., Wallah, S. E., & Pandaleke, R. (2015). Penerapan metode Schmidt Hammer Test dan Core Drilled Test untuk evaluasi kuat tekan beton pada ruang IGD RSGM UNSRAT guna alih fungsi bangunan. Jurnal Sipil Statik, 3(4), 221–227.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2008). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung. Jakarta.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2010). Peraturan Menteri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Pemeriksaan Berkala Bangunan Gedung. Jakarta.

Kementerian PPN/Bappenas & BNPB. (2018). Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2015–2045. Jakarta.

Larasati, A. M., Pariatmono, Erlangga Rizqi F., Mawardi Amin, Resmi Bestari M., Dimas Aryo S., & Emeralda Insani. (2022). Measurement of geometric variations of a railway truss bridge (Case Study: BH77 Railway Bridge). Majalah Ilmiah Pengkajian Industri, 16(1), 1–12. https://doi.org/10.29122/mipi.v16i1.5177

Lee, T. H., & Mosalam, K. M. (2004). Probabilistic fiber element modeling of reinforced concrete structures. Computers & Structures, 82(17–19), 1451–1466.

Manalip, H., Kumaat, E. J., & Windah, R. S. (2022). Statika. Manado: Unsrat Press. ISBN 978-623-5790-38-1.

Maysaroh, R., & Arif, M. (2022). Analisis Peran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 322–335.

Medika Risnasari. (2011). Distribusi Diskrit dan Kontinu [Presentasi]. Scribd. Diakses 4 Agustus 2025, dari https://www.scribd.com/presentation/141582017/Distribusi-Diskrit-Dan-Kontinu

Melchers, R. E. (2013). Structural Reliability Analysis and Prediction (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Pemerintah Indonesia. (2006). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan. Jakarta.

Pemerintah Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Perbedaan.co.id. (n.d.). Perbedaan Variabel Diskrit dan Kontinu. Diakses 4 Agustus 2025, dari https://www.perbedaan.co.id/perbedaan-variabel-diskrit-dan-kontinu/

PT Graha Survei Indonesia. (2021). Final Report Assessment & Testing Struktur Bangunan Paragon J1 (Plant 1). Tangerang.

Standar Nasional Indonesia. (2020). SNI 1727:2020 Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Surahman, A. (2013). Analisis Statistika dan Probabilitas. Bandung: Penerbit ITB.

Wahyuanto, E., Heriyanto, H., & Hastuti, S. (2024). Study of the use of augmented reality technology in improving the learning experience in the classroom. West Science Social and Humanities Studies, 2(05), 700–705.

Wirani, P. (2025). Analisis Respon Vibrasi Pada Struktur Gedung Bertingkat (Studi Kasus: Gedung di Tangerang). Tesis Magister, Universitas Mercu Buana.

Diterbitkan

2026-02-21

Cara Mengutip

Dian Puspita Sari, & Pariatmono Sukamdo. (2026). Kajian Keandalan Struktur Gedung Berdasarkan Hasil Pengujian Statik (Studi Kasus Gedung di Tangerang). JIMU:Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 4(01). Diambil dari https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/2068