Dari Tanya Biasa ke Tanya Bermakna: Membangun Dialog Kritis di Kelas Sejak Hari Pertama Mengajar
DOI:
https://doi.org/10.70294/juperan.v4i01.704Keywords:
Digitalisasi,, dialog kritis,, peran guru,, partisipasi siswaAbstract
Artikel ini membahas transformasi pembelajaran di kelas pada era digital, di mana siswa cenderung mencari jawaban melalui perangkat teknologi daripada bertanya langsung kepada guru. Fenomena ini menyebabkan menurunnya keberanian dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Melalui studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menyoroti pentingnya peran guru inovatif dalam menciptakan pembelajaran bermakna yang menekankan interaksi, analisis, dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan. Model pembelajaran multimodal seperti multiliterasi, pembelajaran berbasis proyek, dan dialog kritis terbukti efektif meningkatkan motivasi, sikap belajar, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, hambatan seperti rendahnya minat belajar, komunikasi yang kurang efektif, lingkungan kelas yang tidak kondusif, serta keterbatasan fasilitas dan literasi masih menjadi tantangan. Solusi yang ditawarkan meliputi penciptaan suasana belajar yang menarik, pendekatan personal, penggunaan model pembelajaran yang fleksibel, serta peningkatan kreativitas guru dalam menyampaikan materi. Penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi pembelajaran menuju dialog kritis dan pertanyaan bermakna sejak hari pertama mengajar, guna membentuk siswa yang aktif, kritis, dan mampu menghadapi tantangan masa depan
Downloads
References
Aji Prayitno, Nurul Hidayah, dan Eka Hendriani, (2021) Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Kelas X SMA.
Allagui, B. (2023). Factors underlying students’ attitudes towards multimodal collaborative writing. Heliyon, 9(1), e12725. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e12725
B. Suryosubroto. (2002). Proses Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Dewi, E &Jatiningsih, O. 2015. “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas X di SMAN 22 Surabaya”. Kajian Moral dan Kewarganegaraan. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015, 936-950.
Eggen, P dan Kauchack, D. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran Mengajarkan Konten Ketrampilan Berpikir. (Edisi Keenam). Jakarta: PT Indeks.
Safitri, S., Wadi, H., Suud, S., & Wahidah, A. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kemampuan Bertanya Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 3 di MAN 1 Mataram. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(3), 1564-1573.
Rumahorbo, Y., Lumbantoruan, J. P., & Naibaho, L. (2023). Model Pembelajaran Inovatif dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Zuas, N., & Ratnawati, R. (2024). Metodologi Penelitian Pendidikan: Pendekatan Teoritis dan Praktis. Bandung: Literasi Nusantara.
Mohamed, M., & Ahmad, R. (2010). Qualitative Inquiry in Educational Research. (dalam Rumahorbo, Y., dkk., 2023).