Makna Emotional Catharsis dalam Konten Instagram sebagai bentuk Pelampiasan Emosi pada Mahasiswa di Era Digital

Penulis

  • Salsabila Hady Ningsih IAIN Palangka Raya
  • Surawan Surawan IAIN Palangka Raya

Kata Kunci:

Emotional Catharsis, Instagram, Mahasiswa, Ekspresi Emosi, Media Sosial

Abstrak

Di era digital, media sosial seperti Instagram banyak digunakan oleh mahasiswa, tidak hanya untuk berbagi aktivitas, tetapi juga untuk meluapkan perasaan dan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari emotional catharsis atau pelampiasan emosi mahasiswa melalui konten Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yaitu menggali pengalaman langsung dari sepuluh mahasiswa dari berbagai jurusan yang aktif menggunakan Instagram untuk mengekspresikan emosinya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis untuk menemukan pola-pola makna di balik tindakan mereka dalam bermedia sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa merasa lebih lega dan terbantu secara emosional setelah membagikan perasaannya di Instagram, baik melalui tulisan, foto, maupun story. Namun, ada juga yang merasa tidak nyaman dan lebih memilih untuk menyimpan emosinya secara pribadi atau hanya membagikannya lewat akun kedua (second account). Selain itu, dukungan sosial seperti komentar dan respon dari teman di media sosial juga memengaruhi pengalaman emosional mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelampiasan emosi melalui Instagram memiliki arti yang berbeda-beda bagi setiap individu, tergantung pada kebutuhan, kenyamanan, dan tujuan pribadi mereka. Instagram menjadi ruang alternatif untuk mengekspresikan emosi, namun penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan mental.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-05-22

Cara Mengutip

Ningsih, S. H., & Surawan, S. (2025). Makna Emotional Catharsis dalam Konten Instagram sebagai bentuk Pelampiasan Emosi pada Mahasiswa di Era Digital. JIMU:Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(02), 1192–1203. Diambil dari https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/746