Sinergik Fisik Identitas dan Sosial dalam Program KKM Berbasis Sosial Budaya di Desa Karyasari

Penulis

  • Alisya Safira Universitas Bina Bangsa
  • Yonsen Universitas Bina Bangsa
  • Restu Permatasari Universitas Bina Bangsa
  • Abdul Aziz Universitas Bina Bangsa

Kata Kunci:

Infrastruktur Visual, Partisipasi Masyarakat, Identitas Kolektif, KKM

Abstrak

Di tengah arus modernisasi yang kerap mengikis karakter lokal, pembangunan desa yang berkelanjutan menuntut pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus merangkul dimensi sosial dan budaya yang membentuk identitas kolektif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sinergi antara pembangunan infrastruktur visual dan pembentukan perilaku hidup bersih melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berbasis sosial budaya di Desa Karyasari, Kabupaten Pandeglang. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa intervensi fisik seperti pemasangan gapura desa, papan nama jalan, dan identitas RT atau RW yang dipadukan dengan edukasi budaya bersih berbasis komunitas, mampu menciptakan ruang publik yang tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan kearifan lokal. Kampanye kebersihan yang menyasar anak-anak usia sekolah serta integrasi nilai-nilai budaya ke dalam elemen infrastruktur publik turut mendorong perubahan perilaku dan memperkuat identitas kolektif masyarakat. Partisipasi aktif warga pada setiap tahap program menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan rasa memiliki dan keberlanjutan program. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan yang bermakna tidak hanya terlihat dari struktur fisik semata, tetapi juga dari keterhubungan antara ruang, nilai, dan interaksi sosial yang menghidupkan suatu komunitas.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arnstein, S. R. (1969). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. New York: General Learning Press.

Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures: Selected essays. New York, NY: Basic Books.

Gehl, J. (2010). Cities for People. Island Press.

Hall, S. (1997). Cultural Identity and Diaspora. In Rutherford, J. (Ed.), Identity: Community, Culture, Difference. London: Lawrence & Wishart.

Lynch, K. (1960). The Image of the City. MIT Press.

McKenzie-Mohr, D. (2011). Fostering Sustainable Behavior: An Introduction to Community-Based Social Marketing. New Society Publishers.

Midgley, J., Hall, A., Hardiman, M., & Narine, D. (2000). Community Participation, Social Development and the State. London: Routledge.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). California: Sage Publications.

Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Bandung: Rosda Karya.

Sen, A. (1999). Development as Freedom. New York: Oxford University Press.

Sen, A. (1999). Development as freedom. New York, NY: Alfred A. Knopf.

Skinner, B.F. (1953). Science and Human Behavior. New York: Macmillan.

Tajfel, H. (2010). Social identity and intergroup relations. New York: United States of America by Cambridge University Press. Diakses pada tanggal 30 September 2020

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1986). The social identity theory of intergroup behavior. In S. Worchel & W. G. Austin (Eds.), Psychology of intergroup relations (pp. 7–24). Chicago, IL: Nelson-Hall.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications

Diterbitkan

08-08-2025

Cara Mengutip

Safira, A., Yonsen, Restu Permatasari, & Abdul Aziz. (2025). Sinergik Fisik Identitas dan Sosial dalam Program KKM Berbasis Sosial Budaya di Desa Karyasari. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(02). Diambil dari https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/juperan/article/view/1103