Menanamkan Digital Well-Being dalam Kurikulum: Upaya Membangun Kesehatan Mental Siswa di Era Digital

Penulis

  • Anita Rahmayani Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya
  • Surawan Surawan Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Kata Kunci:

Digital Well-Being, Pendidikan, Kesehatan Mental Siswa, Teknologi Digital

Abstrak

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah pola hidup dan proses belajar-mengajar di lingkungan pendidikan. Siswa saat ini menghadapi tantangan baru dalam bentuk kecanduan gawai, gangguan kesehatan mental, cyberbullying, dan tekanan sosial dari media digital. Dalam menghadapi kondisi ini, muncul urgensi untuk mengintegrasikan digital well-being sebagai kompetensi psikologis penting dalam sistem pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya digital well-being sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis siswa, serta menawarkan pendekatan integratif dalam penerapannya di lingkungan sekolah. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan merujuk pada literatur terkini dan temuan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan digital well-being berkontribusi besar terhadap peningkatan kesadaran diri siswa, ketahanan emosional, dan pengambilan keputusan yang sehat dalam penggunaan teknologi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Thursina, F. (2023). Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Siswa Pada Salah Satu SMAN di Kota Bandung. Jurnal Psikologi Dan Konseling West Science, 1(1), 19-30.

Pertiwi, A. R., & Sihotang, H. (2023). Upaya Sekolah Meningkatkan Kesehatan Mental Peserta Didik Di Era Digital. JURNAL PSIKO EDUKASI: Jurnal Pendidikan, Psikologi, dan Konseling, 21(2), 1412-9310.

Hartati, S., & Arisandi, D. (2025). Studi Pendahuluan: Psychological Well-Being dan Positive Education Pada Mahasiswa Generasi Z di Era Teknologi. Journal of Sustainable Education, 2(1), 9-18.

Husna, F., & Abdurrahman, A. (2024). Upaya Mewujudkan Student Well-Being Melalui Manajemen Kurikulum Merdeka di SMA Nurul Jadid. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 10(1), 105-113.

Faizah, N., & Liliana, I. (2025). Menumbuhkan Sikap Sosial Emosional EMC2 Terhadap Psychological Well-Being pada Siswa Sekolah Dasar. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 15(1), 13-22.

Yuliana, Y., Zharifah, I. A., Miftahurrozzaq, M., Saputri, F. I., & Irvan, M. F. (2025). Implementation of the EMC2 Approach as a Strategy to Improve Psychological Well-Being of Grade III Students of Podorejo 3 Elementary School. Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, 5(2), 450-456.

Muhibbin, A. (2024). SCHOOL WELL-BEING DAN STUDENT WELL-BEING: Cermin Kualitas AUM Pendidikan.

Sari, A. Y. E. S., Hadi, N., Rozuli, A. I., & Purba, D. (2024). Dilema Pembentukan Karakter Siswa dalam Penerapan Kurikulum Merdeka. Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research, 2(1), 73-92.

Hanum, A., & Rahman, H. (2024). The Contribution of Islamic Education in Economic and National Development in the Digital Era. ATTAQWA: Jurnal Pendidikan Islam dan Anak Usia Dini, 3(4), 197-204.

Pertiwi, A. R., & Sihotang, H. (2023). Upaya Sekolah Meningkatkan Kesehatan Mental Peserta Didik Di Era Digital. JURNAL PSIKO EDUKASI: Jurnal Pendidikan, Psikologi, dan Konseling, 21(2), 1412-9310.

Yulianti, E., & Suherman, U. (2022). Peran guru dalam penguatan pendidikan karakter berbasis digital di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 157–168.

Dwijayanti, I., Lahitani, A. R., Kusumaningtyas, K., Habibi, M., & Kharisma, A. (2025). Edukasi literasi kesehatan mental berbasis digital melalui pengenalan platform deteksi dini pada Generasi Z. Jurnal Berdaya Mandiri, 7(1), 19–27.

Suhendra, S., Mahajani, T., Ganeswara, M. G., Suhardi, E., Rahmawati, N., & Kartika, W. (2024). Inovasi pembelajaran: Peningkatan student well-being melalui bahan ajar digital. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 63–70.

Isni, K., & Laila, F. N. (2024). Pemberdayaan remaja guna meningkatkan minat literasi kesehatan mental di era digital. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 7(6), 112–119.

Hanifah, R., Sari, W. H., & Hamdan, A. (2022). Peran orang tua dalam mendukung kegiatan pembelajaran online (daring) di masa pandemi Covid 19. Lifelong Education Journal, 2(1), 55–62.

Meiliana, N., & Ma’nun, L. (2022). Peran guru dan orang tua dalam pendidikan siswa sekolah dasar pasca pandemi COVID 19. Piwuruk: Jurnal Sekolah Dasar, 3(1), 12–22.

Sutini, S. (2021). Peran orang tua sebagai mitra guru dalam pembelajaran daring selama masa pandemi COVID 19. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 1(2), 1–8.

Sumarni, N. (2022). Tantangan guru dan orang tua dalam peran digital parenting untuk pengembangan kognitif anak usia dini. Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak, 3(1), 41–48.

Wati, K. S., Sakir, M., & Mulyani, P. S. (2022). Peran orang tua pada pembelajaran daring dalam pemanfaatan teknologi digital untuk peningkatan keaktifan siswa. Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan, 2(1), 6–12.

Sugiyono, S. (2007). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung Alf.

Norvia, L., Surawan, S., & Safitri, E. (2022). Pendampingan Remaja Suka Mulya dalam Meningkatkan Self Control di Era Digital. Solidaritas: Jurnal Pengabdian, 2(2), 169-178.

Diterbitkan

22-06-2025

Cara Mengutip

Rahmayani, A., & Surawan, S. (2025). Menanamkan Digital Well-Being dalam Kurikulum: Upaya Membangun Kesehatan Mental Siswa di Era Digital. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(02), 441–449. Diambil dari https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/juperan/article/view/902

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama